January 11, 2012

love against religion (spread the love, not religion)

“We have enough religion to make us hate each other, but not enough to make us love one another.”

Saya ingat seseorang yang sangat saya hormati pernah bilang: “Manusia kalau terlalu dekat sama Tuhan kadang jadi jahat sama manusia. Soalnya dia jadi merasa karena jadi yang paling deket sama Tuhan dia ngerasa dia yang  paling sempurna….udah aja manusia lain dianggap kotor dan berdosa sama dia, ga pantes untuk dianggap….”

Dulu kening saya berkerut-kerut, setengah mati tak setuju dan sampai berapi-api saya mendebat si bapak. Sekarang, semakin saya lihat dunia, semakin saya kenal penghuninya dengan berbagai label agama mereka, semakin saya mengerti bahwa bapak itu ada benarnya.
Kadangkala, dalam kepatuhannya menjalankan perintah agamanya, manusia melupakan manusia lain yang diciptakan untuk hidup berdamping-dampingan dengannya di bumi. Hanya karena tak terima cara ibadah yang berbeda, kitab suci yang berbeda, maka perang dan kekerasan lah jawabannya untuk menyamakan segala perbedaan.

Kalau sekiranya beragama hanya membuat setiap perbedaan menjadi permasalahan, saya akan memilih untuk tidak beragama.
Jika agama hanya membuat satu kaum merasa paling benar dari kaum lainnya, saya mungkin akan memilih tidak memeluk agama manapun. Karena terkadang, dengan melabeli diri dengan sebuah agama saja bisa jadi sesuatu yang salah di dunia ini. Kadang, dengan melabeli diri mereka dengan agama, manusia bisa dengan jumawa menepuk dadanya kuat-kuat sebagai manusia yang paling benar, agamanya yang paling benar.
Toh tidak beragama belum tentu tidak percaya Tuhan, bukan?

Agama manapun, saya yakin, mengajarkan dan percaya bahwasanya Tuhan itu Maha Kuasa dan Maha Segala. Perkara meniadakan sekian agama didunia ini dan menyisakan satu agama saja agar semua makhluk ciptaannya berlutut dan menyembahNYA dengan cara yang sama tentu perkara maha mudah bagiNYA. Kenapa tidak dilakukannya? Tentu karena IA punya tujuan dan maksud ketika diciptakanNYA manusia dengan seribu perbedaan tersebut. Agar setiap manusia bisa tetap saling menghargai perbedaan-perbedaan tersebut.

Jika sungguh Surga itu ada, saya percaya, kelak, Surga pasti hanya akan dihuni oleh orang-orang baik.
Bukan oleh orang beragama.


Spread the Love, not the religion. For God is wherever love is.



Tuhan memberkati.