Saya tidak begitu gemar-gemar amat sama Lady Gaga. Di antara para ‘Lady’ yang bernyanyi dan terkenal selain Lady Gaga dan Lady Sovereign, saya lebih nge-fans dan suka sama lagu-lagunya Lady Antebellum. Tapi kemarin seharian saya sengaja dengerin lagu-lagu Lady Gaga demi menguji hipotesa saya:
“Jika mendengarkan lagu-lagu Lady Gaga secara terus menerus maka akan mengubah manusia biasa menjadi iblis seketika”.
Karena demikianlah polemik yang berkembang akhir-akhir ini. Mengapa si Lady Gaga ini dilarang konsernya di negara ini karena konon perempuan ini dianggap sebagai anggota kelompok Illuminati yang juga diakui sebagai mempelai Lucifer (Dajjal) yang disetiap penampilannya yang seronok (hanya berkancut dan berbeha doang, kata seorang Habib pemimpin ormas agama penentang Lady Gaga. Aduh Bib, Bib…sempet-sempetnya ente merhatiin kancut orang!). Dan dalam lagu-lagunya selalu menyisipkan pesan-pesan keiblisan yang menghina dan anti Tuhan. Maka, kehadiran Lady Gaga tentu saja harus ditolak dengan sungguh-sungguh dengan segenap jiwa, raga dan hati nurani oleh segenap aspek bangsa demi menyelamatkan moral anak bangsa yang sudah bobrok, demikian kata beberapa kelompok yang terang-terangan mengharamkan kedatangan si Lady di negeri ini. Bahkan ada kelompok yang bertekad akan buat onar dan rusuh jika Lady Gaga tetap ndableg manggung di Indonesia.
Anyway, kembali ke hipotesa saya di awal tadi, maka demi menguji hipotesa tersebut seharian saya mendengarkan lagu-lagu Lady Gaga. Khusus lagu Alejandro sengaja saya putar berulang-ulang sampai-sampai saya hafal liriknya, karena konon lagu inilah yang sangat ‘iblis’ sekali liriknya:
Don't call my name, Don't call my name
Alejandro
I'm not your babe, I'm not your babe
Fernando
Don't wanna kiss, Don't wanna touch
Just smoke my cigarette, hush
Don't call my name, Don't call my name
Roberto
Entahlah, mungkin saya yang terlalu bodoh, atau keimanan saya tidak cukup tebal untuk menginterpretasikan bagian mana dari lirik lagu diatas itu yang berisikan kata-kata anti-Tuhan yang saya sembah. Bagi saya lirik lagu itu biasa-biasa saja. Lebih bahaya dan bobrok mana dengan lagu dari Sinta-Jojo berjudul Hamil Duluan seperti dibawah ini:
awalnya aku cium-ciuman
akhirnya aku peluk-pelukan
tak sadar aku dirayu setan
tak sadar aku ku kebablasan
reff:
ku hamil duluan sudah tiga bulan
gara-gara pacaran tidurnya berduaan
ku hamil duluan sudah tiga bulan
gara-gara pacaran suka gelap-gelapan
Bagi saya, lagu kedua lebih dahsyat bahayanya, lebih tanpa malu lagi mengumbar gaya hidup pacaran kebablasan sebagai sebuah kebanggaan yang dinyanyikan dengan penuh riang gembira oleh dua remaja putri sambil geleng-geleng kepala macam orang sakaw. Dan jauh lebih bobrok karena tak malu-malu diputar para penjual VCD bajakan dipinggir jalan, diangkot-angkot, di pasar, di tempat umum didengarkan oleh semua orang tanpa batas usia dengar. Bebas.
Lalu kemana FPI dan ormas lain, dan apa tindakan mereka atas munculnya lagu ini ?? Tumben mereka tidak mengkhawatirkan moral bangsa yang jelas-jelas dirusak bangsa sendiri melalui lagu ini?? *emosi*
Baiklah, kembali lagi ke pengujian hipotesa saya, setelah seharian mendengar lagu-lagu Lady Gaga itu, saya lanjutkan malam harinya. Karena saya pikir setengah hari saja mungkin tidak cukup bagi Lady Gaga untuk ‘membius’ saya menjadi setan jadi-jadian melalui lagu-lagunya. Butuh waktu lebih lama lagi. Maka saya putuskan, setengah malam lagi untuk mendengarkan lagu-lagunya. Sampai saya tertidur.
Pagi-pagi sekali, ketika bangun, setelah berdoa, hal pertama yang saya lakukan adalah memeriksa kepala saya. Jangan-jangan tanduk setan sudah tumbuh di kepala saya macam kambing. Tapi tanduk itu tidak ada. Pfiuhh, syukurlah. Lalu saya cek kulit saya, jangan-jangan ada cap setan macam simbol Illuminati disana. Ternyata masih mulus-mulus saja. Tidak ada perubahan secara fisik. Mungkin secara nurani, batin saya. Jangan-jangan hati saya sudah diganti dengan hati iblis. Tapi koq tadi saya sempat berdoa kepada Tuhan ya? Menyerahkan segala kehidupan saya ke dalam tangan Tuhan untuk diberkati. Memohon perlindungan dan penyertaan bagi saya dan orang-orang yang saya cintai. Kalau hati ini hati iblis, seharusnya saya tidak berdoa kepada Tuhan, harusnya saya mencela-cela Tuhan. Mungkin malah menjalankan ritual kesetanan saya semacam memenggal leher orang lalu memakan hatinya (buset, menulis ini sambil membayangkan saja saya ngeri campur geli setengah mati).
Sampai ketika saya akan berangkat kerja, saya perhatikan tanda-tanda alam, jangan-jangan karena murka Tuhan atas kelakuan saya mendengarkan lagu-lagu Lady Gaga sehari semalaman, ia kirimkan petir untuk menyambar dan membakar tubuh saya hidup-hidup. Sekali lagi puji Tuhan, saya baik-baik saja sampai detik saya menulis ini.
Dengan demikian bisa saya simpulkan, hipotesa saya gugur. Ternyata mendengar lagu-lagu Lady Gaga tidak menjadikan saya iblis seketika. Saya ternyata masih manusia biasa yang kata Dorce gudang-gudangnya salah, dan dengan segala kerendahan hati saya mengakui bahwa Tuhanlah pemilik semesta dan segala kesempurnaan.
Bagi saya, ketakutan berlebihan pada seorang Lady Gaga yang diduga sebagai antek-antek setan adalah ketakutan yang pengecut.
Bukankah anda sendiri yang menyebut diri anda beragama dan ber-Tuhan?
Jika anda yakin dan teguh pada kekuatan iman anda, jangankan hanya seorang Lady Gaga, bahkan jika Mbahnya iblis sekalipun yang menari dihadapanmu tentu imanmu tidak akan rontok begitu saja, bukan?
Jika anda percaya Tuhan anda punya kekuatan Maha Besar dan Maha Kuasa, lantas kenapa anda begitu takut dengan pertunjukan menyanyi seorang perempuan bernama Lady Gaga?
Taruh katalah benar adanya dia benar-benar si iblis berwujud wanita, lengkap dengan kancut dan beha nya dan lirik lagunya adalah mantra-matra pemanggil iblis, bukankah iman yang kuat tidak akan gentar menghadapi dedemit sedemikian rupa dan justru akan menunjukkan bahwa Tuhan lah yang Maha Kuasa, bukan iblis.
Sekali lagi, bagi saya ketakutan pada seseorang atau sesuatu akan mengubah anda menjadi setan dan memerosotkan iman dan moral adalah ketakutan yang pengecut dan justru adalah legitimasi bahwa iman anda lemah.
Dan sekelompok orang yang mengatasnamakan diri sebagai kelompok yang paling benar dan dekat dengan Tuhan bertekad untuk berbuat chaos atau onar apabila Lady Gaga tetap konser di Indonesia bagi saya juga tidak lebih baik dari Lady Gaga sendiri yang dianggap menghujat Tuhan.
Ingatlah, menghujat Tuhan tidak hanya berarti menghina Tuhan, tetapi juga mengaku-ngaku bertindak atas nama Tuhan padahal cara dan tindakannya tidak mencerminkan tabiat Tuhan.
“Jika mendengarkan lagu-lagu Lady Gaga secara terus menerus maka akan mengubah manusia biasa menjadi iblis seketika”.
Karena demikianlah polemik yang berkembang akhir-akhir ini. Mengapa si Lady Gaga ini dilarang konsernya di negara ini karena konon perempuan ini dianggap sebagai anggota kelompok Illuminati yang juga diakui sebagai mempelai Lucifer (Dajjal) yang disetiap penampilannya yang seronok (hanya berkancut dan berbeha doang, kata seorang Habib pemimpin ormas agama penentang Lady Gaga. Aduh Bib, Bib…sempet-sempetnya ente merhatiin kancut orang!). Dan dalam lagu-lagunya selalu menyisipkan pesan-pesan keiblisan yang menghina dan anti Tuhan. Maka, kehadiran Lady Gaga tentu saja harus ditolak dengan sungguh-sungguh dengan segenap jiwa, raga dan hati nurani oleh segenap aspek bangsa demi menyelamatkan moral anak bangsa yang sudah bobrok, demikian kata beberapa kelompok yang terang-terangan mengharamkan kedatangan si Lady di negeri ini. Bahkan ada kelompok yang bertekad akan buat onar dan rusuh jika Lady Gaga tetap ndableg manggung di Indonesia.
Anyway, kembali ke hipotesa saya di awal tadi, maka demi menguji hipotesa tersebut seharian saya mendengarkan lagu-lagu Lady Gaga. Khusus lagu Alejandro sengaja saya putar berulang-ulang sampai-sampai saya hafal liriknya, karena konon lagu inilah yang sangat ‘iblis’ sekali liriknya:
Don't call my name, Don't call my name
Alejandro
I'm not your babe, I'm not your babe
Fernando
Don't wanna kiss, Don't wanna touch
Just smoke my cigarette, hush
Don't call my name, Don't call my name
Roberto
Entahlah, mungkin saya yang terlalu bodoh, atau keimanan saya tidak cukup tebal untuk menginterpretasikan bagian mana dari lirik lagu diatas itu yang berisikan kata-kata anti-Tuhan yang saya sembah. Bagi saya lirik lagu itu biasa-biasa saja. Lebih bahaya dan bobrok mana dengan lagu dari Sinta-Jojo berjudul Hamil Duluan seperti dibawah ini:
awalnya aku cium-ciuman
akhirnya aku peluk-pelukan
tak sadar aku dirayu setan
tak sadar aku ku kebablasan
reff:
ku hamil duluan sudah tiga bulan
gara-gara pacaran tidurnya berduaan
ku hamil duluan sudah tiga bulan
gara-gara pacaran suka gelap-gelapan
Bagi saya, lagu kedua lebih dahsyat bahayanya, lebih tanpa malu lagi mengumbar gaya hidup pacaran kebablasan sebagai sebuah kebanggaan yang dinyanyikan dengan penuh riang gembira oleh dua remaja putri sambil geleng-geleng kepala macam orang sakaw. Dan jauh lebih bobrok karena tak malu-malu diputar para penjual VCD bajakan dipinggir jalan, diangkot-angkot, di pasar, di tempat umum didengarkan oleh semua orang tanpa batas usia dengar. Bebas.
Lalu kemana FPI dan ormas lain, dan apa tindakan mereka atas munculnya lagu ini ?? Tumben mereka tidak mengkhawatirkan moral bangsa yang jelas-jelas dirusak bangsa sendiri melalui lagu ini?? *emosi*
Baiklah, kembali lagi ke pengujian hipotesa saya, setelah seharian mendengar lagu-lagu Lady Gaga itu, saya lanjutkan malam harinya. Karena saya pikir setengah hari saja mungkin tidak cukup bagi Lady Gaga untuk ‘membius’ saya menjadi setan jadi-jadian melalui lagu-lagunya. Butuh waktu lebih lama lagi. Maka saya putuskan, setengah malam lagi untuk mendengarkan lagu-lagunya. Sampai saya tertidur.
Pagi-pagi sekali, ketika bangun, setelah berdoa, hal pertama yang saya lakukan adalah memeriksa kepala saya. Jangan-jangan tanduk setan sudah tumbuh di kepala saya macam kambing. Tapi tanduk itu tidak ada. Pfiuhh, syukurlah. Lalu saya cek kulit saya, jangan-jangan ada cap setan macam simbol Illuminati disana. Ternyata masih mulus-mulus saja. Tidak ada perubahan secara fisik. Mungkin secara nurani, batin saya. Jangan-jangan hati saya sudah diganti dengan hati iblis. Tapi koq tadi saya sempat berdoa kepada Tuhan ya? Menyerahkan segala kehidupan saya ke dalam tangan Tuhan untuk diberkati. Memohon perlindungan dan penyertaan bagi saya dan orang-orang yang saya cintai. Kalau hati ini hati iblis, seharusnya saya tidak berdoa kepada Tuhan, harusnya saya mencela-cela Tuhan. Mungkin malah menjalankan ritual kesetanan saya semacam memenggal leher orang lalu memakan hatinya (buset, menulis ini sambil membayangkan saja saya ngeri campur geli setengah mati).
Sampai ketika saya akan berangkat kerja, saya perhatikan tanda-tanda alam, jangan-jangan karena murka Tuhan atas kelakuan saya mendengarkan lagu-lagu Lady Gaga sehari semalaman, ia kirimkan petir untuk menyambar dan membakar tubuh saya hidup-hidup. Sekali lagi puji Tuhan, saya baik-baik saja sampai detik saya menulis ini.
Dengan demikian bisa saya simpulkan, hipotesa saya gugur. Ternyata mendengar lagu-lagu Lady Gaga tidak menjadikan saya iblis seketika. Saya ternyata masih manusia biasa yang kata Dorce gudang-gudangnya salah, dan dengan segala kerendahan hati saya mengakui bahwa Tuhanlah pemilik semesta dan segala kesempurnaan.
Bagi saya, ketakutan berlebihan pada seorang Lady Gaga yang diduga sebagai antek-antek setan adalah ketakutan yang pengecut.
Bukankah anda sendiri yang menyebut diri anda beragama dan ber-Tuhan?
Jika anda yakin dan teguh pada kekuatan iman anda, jangankan hanya seorang Lady Gaga, bahkan jika Mbahnya iblis sekalipun yang menari dihadapanmu tentu imanmu tidak akan rontok begitu saja, bukan?
Jika anda percaya Tuhan anda punya kekuatan Maha Besar dan Maha Kuasa, lantas kenapa anda begitu takut dengan pertunjukan menyanyi seorang perempuan bernama Lady Gaga?
Taruh katalah benar adanya dia benar-benar si iblis berwujud wanita, lengkap dengan kancut dan beha nya dan lirik lagunya adalah mantra-matra pemanggil iblis, bukankah iman yang kuat tidak akan gentar menghadapi dedemit sedemikian rupa dan justru akan menunjukkan bahwa Tuhan lah yang Maha Kuasa, bukan iblis.
Sekali lagi, bagi saya ketakutan pada seseorang atau sesuatu akan mengubah anda menjadi setan dan memerosotkan iman dan moral adalah ketakutan yang pengecut dan justru adalah legitimasi bahwa iman anda lemah.
Dan sekelompok orang yang mengatasnamakan diri sebagai kelompok yang paling benar dan dekat dengan Tuhan bertekad untuk berbuat chaos atau onar apabila Lady Gaga tetap konser di Indonesia bagi saya juga tidak lebih baik dari Lady Gaga sendiri yang dianggap menghujat Tuhan.
Ingatlah, menghujat Tuhan tidak hanya berarti menghina Tuhan, tetapi juga mengaku-ngaku bertindak atas nama Tuhan padahal cara dan tindakannya tidak mencerminkan tabiat Tuhan.

2 comments:
Deb,
Mungkin kamu tidak jadi iblis setelah dengerin "laga" karena iblisnya udah terlanjur ngeri sama kamu.. Takut di damprat dia..
Hahaha..
♉(‾⌣‾)♉ ya sist..
Becanda..
salam kenal dan follow
Post a Comment