September 23, 2011

ibuku: pemilik hati terindah, kasih terbaik sepanjang masa & malaikat terhebat kepunyaan tuhan di bumi

Ibuku, seorang perempuan yang sangat sederhana dan lembut hati. Salah seorang pamanku menyebut ibuku 'si putih hati'; karena begitu tulusnya jiwanya. Kekasihku, disaat pertama kali bertemu ibuku, dengan penuh kasih dan kebangaan menyebut ibuku: "Ini Ibuku!" karena ia begitu dikasihi dan mengasihi ibuku. Para sahabatku yang mengenal ibuku juga sangat mengagumi kesabaran dan ketegaran beliau. Para mantan pacarku (tak peduli seburuk apapun hubungan kami berakhir), tak pernah surut hormat atas ibuku; meski berakhir hubungan kami, tetap mereka mencintai ibuku sebagaimana cinta terhadap ibu mereka sendiri. Mereka; kekasih, para sahabat dan para mantan pacar itu dikasihi ibuku dengan rasa kasih yang sama seperti ia mengasihi anak kandungnya sendiri. Tulus, tanpa syarat. Itulah sebabnya ia juga sangat dikasihi.
Ibuku dikagumi orang karena ketegaran dan kesabarannya menjalani hidupnya yang tak mudah. Tak perlu lah kuceritakan bagaimana getir dan carut marutnya hidup ibuku. Karena sungguh, dengan mendengar atau membacanya saja kita mungkin tidak akan sanggup menjalaninya.
Jika hati manusia diibaratkan kertas putih mulus yang licin dan rapi, maka hati ibuku pastilah yang paling lusuh, penuh dengan coretan dan goresan luka. Bahkan mungkin tak berbentuk lagi. Aku paling tau, begitu banyak luka pernah digoreskan disana. Dan aku mungkin adalah salah satu manusia yang paling sering menoreh luka di hati ibuku. Pernah kulukai hatinya dengan perlawananku.
Pernah kubuat kedua mata kacanya basah oleh airmata.
Hati ibuku tak lagi indah bentuknya seperti milik orang lain. Tidak lagi putih. Namun kasih ibuku yang paling sempurna. Ia mampu mengasihi kami, anak-anaknya dengan kasih tanpa syarat; tak terukur, tak bercela.

Untuk Momma,
Untuk setumpuk kesabaranmu menghadapi kenakalanku, untuk setiap curah tangisan atas kekecewaanmu terhadapku, untuk setiap amarah didadamu atas perlawananku, untuk setiap luka dan perih yang kutoreh dihatimu, untuk setiap doa bagiku di helaan nafasmu, dan untuk cinta tanpa syarat darimu.... Semoga Tuhan menjaga jiwamu, mencurahkan berkatNya atasmu, dan mengganjarmu dengan SurgaNya kelak. Selamat Hari Ibu, Momma...

Tuhan memberkati Momma yaaa....
Amien.

:)

*Ini untuk Ibuku; pemilik hati terindah, kasih terbaik sepanjang masa, dan Malaikat terhebat milik Tuhan di bumi*

No comments: